Assalamualikum ,,,..By saying bismillah finally PHC Marangkayu this blog can we launch. The purpose of this blog is to provide information about the PHC Marangkayu Regency of East Kalimantan in substance and on health in general. We are aware of the kerbatasan we as human beings as well as time, money and knowledge in the making, so this blog is far from word "PERFECT", with humility we expect criticism and constructive suggestions from blog visitors to meet the expectations of all of us. All the input that you provide us give thanks. WASSALAM

Saturday, March 14, 2015

FORM PENILAIAN PUSKESMAS BERPRESTASI

       I.            PERTUMBUHAN DAN PEMBELAJARAN
A. Visi dan Misi :
1.  Apakah terdapat rumusan visi dan misi yangmampu memotivasi pegawai untuk memberikan pelayanan terbaik ?
2.      Apakah visi dan misi diumumkan/dipublikasikan dan diketahui secara luas kepada masyarakat ? 

B. Sumber Daya Manusia :
1.      Apakah ada tupoksi karyawan ?
2.      Apakah ada system reward dan punishment ?
3.      Bagaimana upaya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ?
4.      Bagaimana kerja sama dan integrassi antar karyawan ?
5.      Bagaimana kepemimpinan kepala puskesmas ?

C. Sistem Pencatatan dan Pelaporan :
1.      Bagaimana  pelaksanaan program Simpus ?
2.      Bagaimana pemanfaatan program Simpus ?


    II.            PROSES BISNIS INTERNAL
A. Sarana dan Prasarana
1. Bagaimana pemanfaatan sarana yang dipergunakan untuk proses pelayananan?
2. Apakah sarana pelayanan dapat memberikan kenyamanan kepada pengguna ?
B. Bagaimana pemanfaatan SOP ?
C. Apakah puskesmas memobilisasi sumber-sumber pembiayaan ?
D. Pencapaiaan Indikator SPM?
1.      Cakupan kunjungan bumil K4
2.      Cakupan komplikasi kebidanan yang ditangani 80%?
3.      Cakupan pertolongan persalinan oleh nakes yang miliki kompetensi kebidanan 90%?
4.      Cakupan pelayanan nifas 90%?
5.      Cakupan neonatus dengan komplikasi yang ditangani 80% ?
6.      Cakupan kunjungan bayi 90%?
7.      Cakupan desa/kel UCI 100%?
8.      Cakupan pelayanan balita 90%?
9.      Cakupan pemberian MP ASI 100% keluarga miskin?
10.  Cakupan Balita gizi buruk mendapat perawatan 100%?
11.  Penjaringan siswa SD dan setingkat 100% ?
12.  Cakupan peserta KB Aktif 70%?
13.  Cakupan penemuan dan penanganan penderita penyakit 100%?
14.  Cakupan layanan kesehatan dasar maskin 100%?
15.  Cakupan desa/kel mengalami KLB dilakukan P epidemiologi <24jam 100%?
16.  Cakupan desa siaga aktif 80% ?

D. Bagaimana pelaksanaan minilokakarya ?

E. Bagaiana kerja sama lintas sektor ?

F. Apakah ada dokumen pengukuran kinerja ?


 III.            KEUANGAN
1.      Bagaimana pengelolaan keuangan puskesmas ?
2.      Besaran tariff yang diumumkan kepada masyarkat ?

 IV.            PELANGGAN
1.      Apakah ada standar waktu melakukan pelayanan ?
2.      Bagaiamana sikap dan perilaku pegawai dalam memberikan pelayanan ?
3.      Bagaiaman penyebaran data dan informasi yang diperlukan oleh masyarakat (promotif)?
4.      Bagaiamana keterbukaan informasi pelayaanan kepada pasien ? (ada alur, papan petunjuk, jam buka dan hari pelayanan imunisasi dll.)
5.      Bagaiaman pelayanan pengaduan masyarakat ?


Wednesday, September 10, 2014

Sosialisasi Pelaksanaan Teknis BPJS di Puskesmas Marangkayu

Marang Kayu, 05 Mei 2014. Dengan mengambil tempat di ruangan aula Puskesmas Marangkayu pada hari senin tanggal 05 Mei 2014 team BPJS Kabupaten Kutai Kartanegara yang dimotori oleh ibu Leily Jumiati datang langsung berkunjung ke Puskesmas Marangkayu, selain untuk bersilaturahmi leily mengungkapkan kunjungan ini sekaligus dalam rangka melakukan sosialisasi pelaksanaan teknis BPJS di puskesmas, hal ini berkaitan dengan masih banyaknya tenaga medis yang belum memahami bagaimana teknis BPJS di puskesmas sebagai PPK tingkat pertama yang akan berhadapan langsung dengan pengguna pelayanan kesehatan BPJS.  Dalam kesempatan yang penuh kekeluargaan tersebut leily menyampaikan banyak sekali materi yang sangat bermanfaat terutama masih banyaknya permasalahan yang muncul dengan adanya program kesehatan yang baru tersebut. Pada kesempatan yang sangat berharga tersebut juga tidak disia – siakan oleh team medis Puskesmas Marangkayu untuk bertanya dan bertukar fikiran dikarenakan sampai dengan saat ini pelaksanaan BPJS itu sendiri di Puskesmas Marangkayu belum maksimal salah satunya adalah kurang memahaminya tenaga medis dalam melaksanakan program kesehatan BPJS itu sendiri, belum lagi terkendala dengan belum tersedianya kartu kepesertaan yang membuat tenaga kesehatan masih bingung dalam memilah kepesertaan BPJS. Selain dihadiri oleh Kepala Puskesmas, kegiatan itu juga dihadiri oleh semua staf Puskesmas Marangkayu terutama tenaga medis maupun pelayanan sampai dengan tenaga kesehatan yang ada dipuskesmas pembantu wilayah kerja Puskesmas Marangkayu.
Pada akhir penyampaian materi leily mengharapkan agar program ini bisa berjalan dengan maksimal dimasyarakat dengan tujuan agar tidak ada lagi masyarakat yang tidak mendapatkan pelayanan kesehatan yang paripurna (day).

RAPAT KOORDINASI BIDAN PUSKESMAS MARANGKAYU

Marangkayu, 08 Mei 2014. Sebagai ujung tombak keberhasilan pelayanan dan program Kesehatan Ibu dan Anak tentunya bidan sangat berperan penting dan menjadi dasar tolak ukur dalam mencapai keberhasilan tersebut, untuk itulah dengan keinginan yang kuat bidan – bidan yang berada dalam naungan Puskesmas Marangkayu telah berkomitmen untuk mencapai hasil tersebut dengan bersama – sama bahu membahu mensukseskan pelayanan kebidanan.
Berdasarkan komitemen tersebut maka setiap tanggal 27 setiap bulan dan mengambil tempat diaula puskesmas seluruh bidan – bidan Puskesmas Marangkayu berkumpul dan bersama – sama saling bertukar pikiran serta membahas permasalahn – permasalah yang mereka hadapi serta kendala yang ditemukan dilapangan sebagai penghambat tujuan tersebut. Seperti pada saat yang lalu tanggal 08 Mei 2014 mereka kembali berkumpul dan bersama – sama memecahkan permasalahan yang mereka hadapi. Pada Kesempatan tersebut Bikor Puskesmas Marangkayu Handayani Saputry, Amd Keb didampingi Kepala Puskesmas memberikan review kepada seluruh bidan yang hadir yaitu masih belum maksimalnya pengisian kohor di pusban, masih adanya pusban yang terlambat menyampaikan laporan, capaian SPM yang tidak sesuai serta belum maksimalnya bidan dalam memanfaatkan kantong persalinan serta buku KIA dan stiker P4K. Tentu saja permasalahan – permasalah diatas tidak mudah untuk diselesaikan, oleh karena itu kepala puskesmas Hidayatullah ST., M. Kes juga menekankan kembali pentingnya kedisiplinan dalam berkerja dan keseriusan untuk mencapai itu semua. Hidayat juga menambahkan bahwa pilar utama pencapaian program ini adalah bidan yang rajin turun kelapangan untuk melakukan home visite atau kunjungan rumah, penguatan program kemitraan dengan dukun, memaksimalkan peran kader  serta serta berwawasan luas bidan terhadap wilayah kerjanya masing – masing, salah satu caranya hidayat mengungkapkan bahwa pembagian wilayah kerja sangat dibutuhkan untuk bidan dalam berkerja serta akan memudahkan dalam mengevaluasi kinerja bidan tersebut.(day)

Minilokarya Bulanan Puskesmas Marangkayu

Marang Kayu, 17 Mei 2014.

Sebagai salah satu langkah kebijakan dalam melaksanakan fungsi puskesmas adalah melakukan perencanaan dan evaluasi. Untuk itulah setiap tanggal 17 setiap bulannya Puskesmas Marangkayu melakukan kegiatan rutininas agenda bulanan minilokarya seperti pada saat ini Sabtu 17 Mei 2014 di aula Puskesmas Marangkayu dilaksanakan kegiatan tersebut. Kegiatan ini dilaksanakan setelah pelayanan rawat jalan berakhir dan tentunya dihadiri oleh seluruh staf puskesmas sampai dengan seluruh petugas pusban yang ada.
Pada kesempatan minlok kali ini menghadirkan 3 (tiga) unsure pelayanan yang akan memaparkan hasil kerjanya, yang pertama Progaram Kesehatan Lingkungan, Ruangan Poli Umum dan Program Pemberantasan Penyakit (P2). Banyak hal yang dikemukan oleh Muhammad Nuruddin sebagai pelaksana dari Program Kesling bahwa untuk kegiatan Inspeksi air Bersih tahun 2014 telah terlaksana, Cakupan air bersih 2013 sebesar 99,8% , pelaksanaan pengawasan TTU yang masih dalam proses pengerjaan serta kendala yang ditemukan adalah belum maksimalnya partisipasi kader dalam memberikan laporan walaupun sdh pernah dilatih dan jadwal kegiatan yang masih menyusul. 
Sementara itu hasil paparan dari team pelayanan poli umum yang diwakili oleh Muhammad Asrul, Amd Kep dan Uli Nuha, Amd Kep menyampaikan bahwa kasus – kasus dyspepsia, ispa, influenza, arthritis remathoid dan hypertensi masih merupakan sebagai penyakit utama yang diderita masyarakat Marang kayu, dengan semakin lengkapnya fasilitas membuat kendala dalam pelayanan sdh tertangani walaupun blm maksimal, yang untuk saat ini team pelayanan poli umum masih membutuhkan 1 (satu) buah meja diruang IGD dan upaya memudahkan pelayanan memanggil pasen poli, pada kesempatan tersebut dr Adde Midian PC juga menyampaikan yang menjadi permasalahan adalah masih kurang memahaminya masyarakat tentang rujukan dikarenakan masih banyak masyarakat yang meminta rujukan tanpa pasen tersebut berkunjung langsung maupun meminta rujukan atas permintaan sendiri.
Pada kesempatan yang terakhir Irmaningsih, SKM sebagai pelaksana Program Pemberantasan Penyakit mempresentasikan hasil pencapaian kegiatannya sbb : 
1. Cakupan TB positif  jan – mei : 19,75 %
2. Petugas lab tidak ada, pasen mengeluh untuk dirujuk, petugas pusban jarang menemukan kasus, keluarga pasen tdk mau diambil sputum, RS hanya berdasarkan rongen 
3. Cakupan DBD :  jan – mei 14,81%
4. Cakupan Diare : jan – april 46,39%
5. Cakupan Pnemoni : jan – april 13,12 %
6. Poli anak blm menjalankan Program MTBS, teman- teman pusban tdk memahami kasus pnemonia, tdk pernah disosialisasikan ke masyarakat secara langsung yang merupakan tugas Program Promkes dan  pusban diwajibkan membukukan kasus – kasus tersebut 
Ningsih menyampaikan kembali perlu adanya trainning nakes untuk lebih pemahaman nakes terhadap kasus TB, Pnemonia dan DBD sebagai langkah meningkatkan pengetahuan tenaga kesehatan sebagai upaya pencapaian SPM yang lebih baik. (day)


FOGGING FOKUS RT 07 DAN RT 08 DESA SEBUNTAL KECAMATAN MARANGKAYU

Marang Kayu, 10 Mei 2014. 
Dengan kembali meningkatnya kasus kesakitan Demam Berdarah Dengue yang lebih dikenal dengan DBD yang telah terejadi di 2 (dua ) desa yaitu Bunga Putih dan Desa Sebuntal dengan kasus positif maka dengan sigap Puskesmas Marangkayu segera mengambil tindakan pencegahan untuk semakin meluasnya kasus DBD. Tentu saja tindakan ini merupakan langkah terakhir dan perlu pertimbangan teknis untuk segera membasmi nyamuk dewasa sebagai agen atau perantara penyakit DBD. Salah satunya adalah dilakukan pelaksanaan fogging focus ( fogging focus adalah penyemprotan bahan pembasmi nyamuk dengan radius 100 meter persegi dari lokasi kejadian kasus sebagai titik tengah/ tumpu ) di 2 RT Desa Sebuntal yaitu RT 07 dan RT 08, dalam hal ini pelaksanaan fogging di Desa Bunga Putih telah dilakukan terlebih dahulu. Sebelum dilakukan langkah ini tentu saja Puskesmas Marangkayu melalui pelaksana Program Pemberantasan Penyakit Irmaningsih, SKM menyampaikan bahwa telah melakukan langkah – langkah awal terlebih dahulu yaitu dengan melakukan survey jentik dan abatisasi sebagai upaya membunuh jentik – jentik nyamuknya. Selain dari itu Ningsih juga berujar telah melakukan sosialisasi dan himbauan kepada masyarakat luas melalui kepala desa yang ada di wilayah kerja puskesmas untuk melakukan mengendalian dimasyarakat yaitu dengan 3 M plus, yaitu Menguras, Mengubur, Menutup tempat penampungan air karena disanalah tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes Aegepthy dan tidak lupa untuk tidur menggunakan kelambu terutama untuk daerah – daerah yang endemis Demam Berdarah serta menggunakan obat nyamuk kalau dibutuhkan.(day)